kali ini saya teringat waktu pertama kali saya membentu proses persalinan, rasanya deg degan dan keringat yang keluar dikeningku tak kalah banyaknya dengan keringat ibu yang sedang saya bantu proses persalinannya. emosi saya waktu itu ikut terlibat disana, karena menyadari saya adalah seorang wanita dan kelak akan mengalami proses persalinan juga. sampai - sampai ketika saya menyuruh ibu itu untuk mengejan saya pun rasanya ingin mengejan juga, supaya proses persalinan segera berakhir.
Betapa lega dan terharunya saya ketika melihat sesesok bayi mungil di tanganku yang kelahirannya sudah dinanti-nanti dalam 9 bulan terakhir. bayi dengan kedua bola mata yang lebar, hidung yang mancung, jari jari tangan dan kaki yang mungil, telinga dan bibir yang menggemaskan. betapa beruntungnya bayi itu terlahir dengan sosok yang sempurna.
Pernahkah kalian berfikir, ketika kita terlahir di dunia ini telah dibekali dengan harta yang tak dapat dihitung nominalnya oleh sangpencipta ???
Coba kita bayangkan, seandainya kita dilahirkan tanpa memiliki ke dua mata ??
Kita mungkin tidak bisa melihat keindahan-keindahan yang ada dimuka bumi ini ??
atau seandainya kita terlahir tanpa memiliki telinga ??
tentunya kita tidak akan bisa mendengarkan lantunan-lantunan indah dunia, bahkan suara lembut ibu dan ayah kita.
kalian tau ?? berapa banyak uang yang harus dikeluarkan ketika seseorang ingin melakukan pemasangan organ ?? misalkan pemasangan mata ??
biayanya bisa sampai puluhan juta, bahkan ratusan juta. Misalkan untuk melakukan oprasi pemasangan organ minimal biayanya 10 juta, kita hitung saja mata kita, hidung, mulut, telinga bibir, kaki, tangan, dan organ lainnya. kita kalikan saja hasilnya banyak kan ??
Maka bersyukurlah kita yang terlahir dengan keadaan sempurna, tidak perlu melakukan operasi yang mahal untuk mendapatkannya.
Atau kita lihat, saudara - saudara kita yang saat ini sedang terbaring lemah dirumah sakit ??
Betapa banyaknya materi yang mereka kelurakan untuk bisa kembali berdiri dan melanjutkan hidup ??
Sedangkan kita yang diberi kesehatan tidak ada waktu untuk bersyukur atas kesehatan yang diberi,baru ketika kita sakit, kita akan merasakan betapa berharganya sebuah kesehatan.
lalu patutkah ?? ketika kita terlahir sempurna dan saampai saat ini terus diberi kesehatan oleh sang pencipta masih saya mengeluh " hidupku susah,hidupku miskin, hidupku tak tecukupi" ???
Untuk bernafas saja Allah SWT tak memberi harga untuk oksigen yang kita hirup,dan tidak membatasinya ??
bayangkan seperti apa kita, bila oksigen diberi tarif, dan bisa naik seperti harga BBM ??
bayangkan seperti apa kita, bila oksigen diberi tarif, dan bisa naik seperti harga BBM ??
Marilah kita belajar mensyukuri dari hal - hal kecil, hal - hal sepele yang ada dalam kehidupan kita, niscaya kita akan tercukupi. karena allah telah berfirman dalam QS lbrahim (14): 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar